AWAS! Ini Dia Resiko Dari Makanan Junk Food

Seberapa sering Sahabat Royal menyukai makanan Junk Food?

Junk food atau biasa dikenal dengan makanan cepat saji merupakan suatu produk makanan yang sudah umum dan telah mendunia di abad ini. Istilah “Junk food” pada umumnya mengacu pada makanan yang dapat disajikan dengan cepat serta makanan yang mengandung banyak kalori tetapi memiliki nilai gizi yang sedikit jumlahnya.

Makanan cepat saji menjadi pilihan banyak orang karena selain mudah di dapatkan juga lebih praktis dan cepat tak perlu menunggu waktu yang lama. Junk food juga sudah menjadi makanan favorit sebagan orang terutama menjadi andalan sebagian besar orang yang sibuk bekerja atau terburu buru hingga para orang tua pekerja yang menyediakan makanan cepat saji untuk buah hati dengan niat supaya tidak jajan sembarangan diluar.

Banyak orang yang berpesan untuk menghindari junk food. Hal ini bukan tanpa alasan. Seperti kita ketahui bahwa junk food merupakan makanan tidak sehat dan dapat menyebabkan banyak gangguan kesehatan.

Nah berbicara tentang junk food, kali ini kami akan menjelaskan tentang bahaya junk food bagi kesehatan. Berikut penjelasannya :

  1. Obesitas
    Dampak buruk dari junk food yang pertama yaitu menyebabkan obesitas atau kegemukan. Hal ini dikarenakan junk food merupakan makanan yang banyak mengandung lemak, garam, dan juga kalori. Satu porsi junk food menawarkan kalori yang begitu banyak, namun nilai gizinya sangat sedikit bahkan tidak ada sama sekali. Bahkan study terbaru menyebutkan penyebab utama obesitas atau kegemukan adalah makanan junk food, dan jika terus dibiarkan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, stroke hingga serangan jantung.
  2. Melemahkan sistem kekebalan tubuh
    Kebiasaan mengkonsumsi junk food juga akan melemahkan sistem kekebalan tubuh. Junk food merupakan makanan sedikit bahkan tidak memiliki nilai gizi, sehingga orang yang terbiasa mengkonsumsi junk food akan kekurangan gizi dan nutrisi, akibatnya sistem kekebalan tubuh akan menurun dan tubuh mudah terkena penyakit.
  3. Gangguan pencernaan
    Junk food merupakan makanan yang sulit untuk dicerna. Hal ini yang menyebabkan sistem pencernaan akan bekerja ekstra sehingga menyebabkan berbagai gangguan pencernaan seperti sindrom iritasi usus dan penyakit pencernaan lainnya.
  4. Fluktuasi kadar gula dalam darah
    Mengkonsumsi junk food yang tidak mengandung kadar gula yang tinggi dapat membuat metabolisme dalam tubuh mengalami stress.
    Gula menyebabkan pankreas mengeluarkan jumlah insulin yang lebih banyak untuk mencegah lonjakan drastis kadar gula dalam darah. Karena junk food tidak memiliki kandungan karbohidrat dan protein yang cukup, jangan heran jika kadar gula dalam darah menurun secara tiba-tiba setelah kita mengkonsumsi junk food. Hal ini membuat kita gampang emosi dan timbul keinginan untuk mengkonsumsi junk food dalam porsi berlebih.
  5. Mempengaruhi fungsi otak
    Dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Brain, Behavior, and Immunity menunjukkan bahwa satu minggu makan junk food sudah cukup untuk memicu gangguan memori pada tikus. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lemak jahat (lemak trans) dari junk food cenderung menggantikan lemak sehat di otak dan mengganggu mekanisme sinyal normal dalam otak. Studi pada hewan juga menunjukkan bahwa lemak dari junk food memperlambat kemampuan untuk belajar keterampilan baru.
  6. Peningkatan resiko gangguan ginjal
    Saat kita mengkonsumsi junk food seperti kentang goreng maupun keripik yang rasanya begitu memanjakan lidah, tanpa kita sadari kandungan garam halus yang ada didalamnya dapat meningkatkan air liur dan sekresi enzim, sehingga meningkatkan keinginan untuk terus mengkonsumsi makanan ini. Kandungan lemak jahat dan natrium yang tinggi dari garam tersebut mampu mengganggu keseimbangan sodium-potasium tubuh yang dapat menyebabkan hipertensi. Hal ini dapat mengganggu fungsi ginjal sebagai penyaring semua racun dari darah.
  7. Merusak hati
    Mengkonsumsi junk food selama periode waktu tertentu dapat memiliki efek yang merugikan pada organ hati, hal ini serupa dengan efek yang ditimbulkan pada seorang pecandu alkohol. Sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang lebih sering mengkonsumsi junk food dan menjauhi olahraga memiliki perubahan enzim hati dalam waktu empat minggu. Perubahan ini serupa dengan yang diamati pada orang dengan penyalahgunaan alkohol. Menurut beberapa penelitian, hal itu dikarenakan terjadinya pengendapan lemak trans yang ditemukan dalam sejumlah junk food di organ hati sehingga menyebabkan disfungsi pada organ tersebut.
  8. Peningkatan resiko kanker
    Kurangnya serat adalah alasan utama mengapa konsumsi junk food sangat terkait dengan peningkatan risiko kanker pada sistem pencernaan. Sebuah studi yang diterbitkan dalam European Journal of Cancer Prevention mengungkapkan bahwa terlalu banyak mengkonsumsi makanan cepat saji yang tinggi gula dan lemak dapat meningkatkan peluang terkenanya kanker kolorektal. Studi lain dari Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle menunjukkan bahwa pria yang makan makanan yang digoreng lebih dari dua kali dalam sebulan telah menunjukkan peningkatan risiko kanker prostat.
  9. Resiko penyakit diabetes
    Ketika tubuh menyerap asupan gizi dari yang berasal dari makanan sehat, hal ini berarti tubuh mendapatkan pasokan glukosa yang membantu menjaga sensitivitas insulin. Selanjutnya, konsumsi junk food menyebabkan obesitas, salah satu alasan utama untuk resistensi insulin dan pengembangan diabetes.

Lalu bagaimana cara menghindari Junkfood ?

Nah berikut ini adalah beberapa tips untuk menghindari makanan junk food :

  1. Mengkonsumsi beras merah sebagai pengganti nasi putih, karena beras merah dipercaya mengandung lebih banyak serat yang selain dapat membuat perut kenyang, tapi juga memberikan asupan nutrisi yang cukup bagi tubuh.
  2. Mengkonsumsi gandum / oat, karena gandum banyak memiliki kandungan serat, protein, asam lemak yang baik, bahan kimia tanaman, vitamin, dan mineral seperti tembaga, besi, seng dan magnesium yang membuat sarapan lebih sempurna.
  3. Mengkonsumsi buah-buahan serta menghindari jus kemasan, hal ini dikarenakan jus kemasan mengandung banyak pengawet dan bahan kimia yang membuatnya tidak sehat. Selain itu, untuk membuat tekstur jus sangat halus, semua bagian yang kaya serat akan dihilangkan selama pemrosesan. Jadi, ketika minum jus kemasan, itu berarti kita menambah asupan gula dalam tubuh. Sebaliknya, jus buah gantikan dengan buah-buahan segar utuh. Mereka akan meningkatkan asupan serat dengan manfaat tambahan vitamin.
  4. Mengkonsumsi sayuran berdaun seperti bayam, selada termasuk dalam makanan kaya serat yang tinggi akan membantu mengurangi kadar gula darah. Pastikan Anda menyertakan setidaknya satu porsi yang kaya akan protein, kacang-kacangan, telur atau ikan ke dalam menu harian.
  5. Jika ingin mengkonsumsi camilan praktis pastikan aman seperti Frozen Food dari catering royal Recipes. Risoles frozen aneka rasa, ayam ungkep beku serta pancake durian.

Mulai Hidup Sehat dari sekarang ya Sahabat!

 

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *